Nah, kita kembali untuk bertarung dengan kelompok lainnya yang... mmmm... emang jadi musuh bebuyutan RN. Simak aja oke!
VS. DOMODEDOVO
"Domodedovo... apa bagusnya!" ungkapan di samping memang sangat identik dengan kelompok jelek yang diketuai oleh Acha Nehii. Jika kalian dekat dengan Domodedovo, mungkin kalian akan marah dan sebel pada kelompok ini. Bayangkan saja, hampir semua kelompok belajar 7g seperti Restu Nenek, Doa Ibu, RIP (now Beezle Buzz), Gamerz Sejati dan 9Girlz terbawa karena tangisan palsu Acha dan Vidi. Anj***!!! Nah, kita liat aja, kalo diaduin siapa yang menang (jawaban sebenarnya ya kita pasti menanglah!)
SANG KETUA
Apaaaaaaa??? Achaaa??? Siape tuch??? Iya, ketua Domodedovo itu gak terkenal abis. Dengan tampang hitam, jelek, indihe, pokoknya kamu akan merasa muak melihat Achaaa. Bayangkan dengan Hilmi, dia pede, eksis, gaul. Siape sih yang gak kenal Hilmi?? Jadi, Hilmi udah pasti bisa mengalahkan Achaa. Skor di babak pertama ini adalah 100 - 0. Horeee!~
KEKOMPAKAN
Enggak banget dech! Ungkapan itu bener-bener bisa ngegambarin kekompakan aneh yang dibangun Domodedovo. Ah, pokoknya mah aneh banget! Pikirin aja sendiri. Mereka tuh kompaknya di urusan jelek jelek. Misalnya, menciptakan kata-kata KADUDE (Kampung Dusun Desa), AKUJAR (Anak Kurang Ajar), Tikus Got, dan apalah... geje pokoknya. Bayangkan dengan Restu Nenek. The best banget gitu loch! Skor di babak kedua bertambah menjadi 1000 - 0. Wahhh, keliatannya Restu Nenek bakalan menang yach?
PROMOSI
Aahhh... gak mungkin Domodedovo bisa promosi. Bukannya promosi, malahan ngancurin sebuah kelompok bernama 9Girlz (kamu bisa liat ceritanya koq!). Ih, geuleuh pisan ya? Emang, siapa bilang mereka hebat. Gak pernah mereka promosi. Mereka malahan bilang : "Domodedovo tuh gak ada!" atau ada juga yang bilang "Domodedovo tuh bukan gank, kita tuh cuma temenan doang!". Ckckckck.. SHIT!!! Coba Restu Nenek, dimulai dari ngajak masuk restu nenek sampe bikin blog. Hebat gak sich??? Skornya nambah lagi 1.000 - 0!!! berhasil!
SEJARAH HIDUP
Puihhh!!! Gila tuh Domodedovo. Kisah hidupnya bener-bener bikin sakit hati. Pertama-tama, Trio Geje yang dinaungi orang paling berjaya di Domodedovo, yaitu Acha, Tertia dan Futi mulai mendekati 9Girlz yang cukup kompak. Sedikit demi sedikit, mereka menusuk 9Girlz dari belakang, dan mempengaruhi beberapa anggota untuk bergabung dan bikin gank baru. Langsung aja, 9Girlz musnah dari dunia. Setelah itu, mereka berunding untuk bikin gank, namanya tuh Domodedovo. Yang gua tau sich, Domodedovo itu adalah nama bandara udara di Moskow, Rusia. Iiihhh, kagak kreatif dech! Restu Nenek dong, udah tau lah ya, kisah hidupnya?
THE RESULT
Aaaahhhh... Udah pasti kan' RN menang! Kata kita juga! Domodedovo tuch bukan apa-apa. Mereka tuh cuma suatu khayalan belaka yang malah bikin malapetaka. Wooooo!!!
Duchhh... udah abiz ide nich! Jadi, artikel ini cuma muat satu musuh doang. Maaf ya? Tapi tetep puas kan? Oke, tunggu aja jilid 3-nya! Dadach!!!
Minggu, 29 Maret 2009
Jumat, 13 Februari 2009
Cerita Geje
PERMEN TINGTING SANG PENYELAMAT
"Ting Ting bukan permen... ting ting bukan biskuit!" Iklan dari permen tingting itu benar-benar membuat aku terharu. Permen Tingting yang semula aku anggap tidak enak, ternyata malah menjadi petuah terbaik untuk hidupku. Permen Tingting memang sang penyelamat. Inilah kisah yang benar-benar jelas di hatiku, bahwa permen tingting adalah penyelamat!
Suatu hari, sekitar tahun 2005, aku beserta keluargaku menginap di rumah nenek Farida di daerah Puncak, Bogor. Sebelum berangkat ke Puncak, aku beserta mamahku berbelanja untuk kebutuhan perjalanan di Yogya Dept.Store. Setelah makanan sebangsa chiki, coklat, dan waffer, mamah tidak lupa mengunjungi counter permen. Biasanya, aku dan mamah membawa permen Alphenlibe rasa strawberry. Namun, kali ini tidak! Mamah malah membawa sebungkus permen dengan cover berwarna coklat. Oh tidak, itu PERMEN TINGTING! Aku sangat membenci permen tingting. Walau aku belum pernah sesekali mencobanya, tapi permen tingting itu tetap terlihat menjijikan. Saat mamah hendak membeli itu, aku langsung bertanya. "Mah, kenapa malah beli permen tingting? Biasanya kan beli permen alphenlibe?". Dengan senyum, mamah membalas pertanyaanku. "Memangnya kenapa? Lagian permen tingting ini enak, lho! Kamu belum pernah mencobanya,ya?". Apa, enak??? Cuih! Karena terlalu terkesan menjelekkan, jadi aku menjawab pertanyaan mamah dengan "Nggak mah, cuma nanya doang!" Padahal, dalam hatiku aku sudah benar-benar marah dan muak! Tapi, kupikir lagi. "Gak apa-apalah! Kan aku juga beli chiki Chitos sama Beng-Beng. Pasti bayangan muaknya permen tingting tidak akan ada! Haha!", ujarku dalam hati.
Usai berbelanja dari Yogya Dept.Store, kami langsung berangkat menuju Puncak. Hari itu mendung sekali. Tapi sebalnya, hujan tak kunjung turun. Jadi, sepanjang perjalanan Puncak, aku hanya terdiam karena melihat pemandangan ditutup oleh awan tebal dan gelap. Padahal, biasanya aku sangat riang karena melihat indahnya pegunungan dibalik awan yang cerah. Kali ini tidak! Bahkan, aku tak ikut bersenda gurau bersama kedua kakaku, Rio dan Natasya. Terdengar mereka begitu asyik bercanda, mentertawakan kejadian lucu yang pernah mereka alami. Namun, aku terdiam saja. Tak lama dari itu, tiba-tiba kepalaku oleng dan terjatuh. Aku akhirnya tidur. Tidak seperti biasanya karena biasanya setiap perjalanan ke Puncak aku tidak pernah tidur. Aku mulai berimajinasi dalam mimpiku yang terasa nyata. Aku serasa benar-benar ada di mobil saat perjalanan ke Puncak. Di situ, semua keluargaku terdiam sunyi. Setelah itu, tiba-tiba bagasi mobil terbuka. Wah! Semua belanjaan dan koper jatuh. Namun, hanya sebungkus permen tingting yang selamat dari bagasi itu. Aku berteriak "Dasar Tingting!" Lalu, semua keluargaku melihat ke belakang apa yang terjadi. Oh tidak, papah tidak melihat di depannya itu ada mobil truk. Aaaaaa!!!!! Aku akhirnya terbangun sambil berteriak. Semua keluargaku melihatku. Lalu, mamah bertanya "Kenapa dek?". Aku hanya menjawab "Mimpi buruk, mah!". Oh, ternyata kami sudah sampai di Kompleks Permata, rumah Nenek Farida. Kami mencari terus rumah berwarna merah jambu bernomor 26. Dan akhirnya aku sampai. Tak disangka, perjalanan ke Puncak begitu singkat sekali. Aku langsung turun dari mobil Avanza-ku, dan masuk ke rumah Nenek. Aku memencet tombol bel, dan ternyata Nenek Farida sendiri yang membuka pintu rumahnya. "Nenek!!!" dengan senang aku memeluk Nenek Farida. "Cucuku.", nenek menyahutku. Setelah semua koper dan jajanan diangkut ke rumah Nenek Farida, lantas kami duduk di ruang keluarga Nenek Farida yang sederhana. Papah memulai pembicaraan. "Mih, teu aya nanaon di dieu? Kumaha si aki, tos damang teu? (Mamih, gak ada apa-apa kan' di sini? Gimana bapak, udah sehat belum?). Nenek menjawab, "Alhamdulillah. Aki tos damang ti kamari. Ayeuna si aki keur ningalian heula motorkros di alun-alun. Antosan we, nya! (Alhamdulillah. Bapak udah sembuh dari kemaren. Sekarang bapak lagi ngeliat pertunjukkan motorcross di alun-alun/lapangan. Tunggu aja!)". Papah dan mamah terlihat ceria. Namun, kedua kakakku malah sibuk masing-masing. Kak Natasya terlihat sedang memasukkan baju-bajunya ke lemari kamar tamu. Sedangkan Kak Rio, langsung ke WC untuk BAB. "Wylma, gimana sekolahnya? Masih jadi juara 1", nenek bertanya kepadaku. Dengan senyum aku menjawab "Alhamdulillah, Nek, baik-baik aja. Seminggu yang lalu baru dibagi rapor UTS. Wylma seneng lho, Nek! Soalnya Wylma bisa jadi juara 1 lagi, terus nilainya beda jauh sama ranking 2, Iqbal. Wylma rata2 nilanya 94, si Iqbal 87. Jauh kan, Nek?". "Wah, hebat!" kata nenek. "Siapa dulu dong, cucu Nenek Farida!", sahutku. Papah, Mamah, dan Nenek tertawa. Beberapa saat kemudian, dari arah pintu terlihat seorang pria berbadan besar memasuki rumah. Aku langsung tahu siapa dia. "Kakek!!!!". Kakek terlihat senang saat aku memeluknya. "Euleuh eulueh, Wylma!", ucap kakek. Aku sangat senang sekali. Karena, beberapa hari yang lalu asma kakek kambuh lagi dan kata nenek cukup parah. Untung saja kakek segera dilarikan ke Puskesmas.
Setelah berbincang-bincang cukup lama, Kakek dan Nenek mengajak keluargaku untuk mengunjungi Taman Ria Desa. "Hayu ah!" kataku dalam hati. Kami sekeluarga pergi ke Taman Ria Desa. Wah, disana rame sekali, lho! Ingat ya, Taman Ria Desa adanya di kota lho, bukan di desa. Di sana, ada wahana-wahana klasik abis, kayak bianglala non-listrik, ayun putar, hahayaman, gujes-gujes ah (ini wahana paling seru lho!), dan tong motor. Selain wahana-wahana permainan, di sana juga ada bazaar-bazaar yang gak kalah heboh. Kulihat Kak Rio menikmati sekali wahana. Dia hingga 5x naik gujes-gujes ah. Sedangkan Kak Natasya terlihat sedang mencari pernak-pernik dan baju-baju di area bazaar. Papah dan Mamah juga tak kalah heboh melihat atraksi tong motor. Namun, aku memilih berjalan-jalan saja dengan kakek dan nenek. Kapan lagi aku bisa bergandengan tangan, menikmati sejuknya udara Puncak bersama kedua kakek-nenek tercintaku? Setelah berjalan-jalan, kami menikmati Bakso Gila Pak Engkus. Baksonya gila! Enak! Di meja tempat kami makan, aku dan nenek mengobrol. Beberapa menit kemudian, aku kaget sekali! Tiba-tiba kakek sesak. "Astagfirullah, asma aki kambuh deui. Tulung!", nenek terlihat ketakutan. Apa? Tidak!!! Kakek bisa mati bila tidak ditolong. Apalagi, tempat makan kami cukup jauh dari keramaian. "Wylma, burukeun geura telepon bapa!". Aku langsung mengerti harus apa. Aku harus menelepon papah. Oh tidak! Aku lupa membawa HP Nokia N70-ku. Bagaimana ini? Aku ketakutan sekali. Nenek terlihat menangis. Aku juga sedih. Bila kakek tidak ditolong, dia bisa mati. "Nenek!", teriakku saat nenek pingsan. Aku langsung menjerit. Sepertinya tak ada yang mendengar. Lalu, aku buka tas gandeng kecilku. Aku mengobrak-abrik, siapa tahu aku membawa obat. Setelah kukeluarkan semua benda-itu, aku melihat sebuah permen tingting. Dalam hatiku marah, tapi hatiku langsung berbicara. "Permen Tingting mungkin bisa meredakan asma kakek!" Lalu, aku membuka kemasan permen tingting. Dan aku bilang pada kakek. "Kunyah, Kek! Atau telan saja!" Kakek menelan permen tingting itu. Lalu kuberi kakek minum air putih. Syukur Alhamdulillah, kakek selamat. Aku sangat terharu sekali! Sesaat setelah itu, kakek langsung mencoba menyadarkan nenek. "Geura hudang! (Cepat! Bangun!)". Alhamdulillah, nenek langsung terbangun. Nenek langsung memeluk kakek. Setelah itu, nenek berterima kasih kepadaku. "Makasih Wylma. Nenek gak tahu kalau gak ada kamu!". Aku menjawabnya dengan senyum, "Nenek bukan harus berterima kasih kepadaku, melainkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang masih memberikan umur kepada kakek. Nenek juga berterimakasihlah kepada permen tingting!". Setelah bertemu dengan papah, mamah, kak Natasya dan kak Rio, aku menceritakan semuanya kepada papah dan mamah. Mamah hampir saja menangis.
Ternyata, dibalik kebencian terhadap sesuatu, sesuatu itu ada manfaatnya. Buktinya, kalau saja tidak ada permen tingting di kantongku, mungkin nyawa kakek tak terselamatkan. Alhamdulillah! Terima Kasih Permen Tingting! I always say thanks to you!
Story by : F i S a ( 7 g )
ramekah kisah ini?
"Ting Ting bukan permen... ting ting bukan biskuit!" Iklan dari permen tingting itu benar-benar membuat aku terharu. Permen Tingting yang semula aku anggap tidak enak, ternyata malah menjadi petuah terbaik untuk hidupku. Permen Tingting memang sang penyelamat. Inilah kisah yang benar-benar jelas di hatiku, bahwa permen tingting adalah penyelamat!
Suatu hari, sekitar tahun 2005, aku beserta keluargaku menginap di rumah nenek Farida di daerah Puncak, Bogor. Sebelum berangkat ke Puncak, aku beserta mamahku berbelanja untuk kebutuhan perjalanan di Yogya Dept.Store. Setelah makanan sebangsa chiki, coklat, dan waffer, mamah tidak lupa mengunjungi counter permen. Biasanya, aku dan mamah membawa permen Alphenlibe rasa strawberry. Namun, kali ini tidak! Mamah malah membawa sebungkus permen dengan cover berwarna coklat. Oh tidak, itu PERMEN TINGTING! Aku sangat membenci permen tingting. Walau aku belum pernah sesekali mencobanya, tapi permen tingting itu tetap terlihat menjijikan. Saat mamah hendak membeli itu, aku langsung bertanya. "Mah, kenapa malah beli permen tingting? Biasanya kan beli permen alphenlibe?". Dengan senyum, mamah membalas pertanyaanku. "Memangnya kenapa? Lagian permen tingting ini enak, lho! Kamu belum pernah mencobanya,ya?". Apa, enak??? Cuih! Karena terlalu terkesan menjelekkan, jadi aku menjawab pertanyaan mamah dengan "Nggak mah, cuma nanya doang!" Padahal, dalam hatiku aku sudah benar-benar marah dan muak! Tapi, kupikir lagi. "Gak apa-apalah! Kan aku juga beli chiki Chitos sama Beng-Beng. Pasti bayangan muaknya permen tingting tidak akan ada! Haha!", ujarku dalam hati.
Usai berbelanja dari Yogya Dept.Store, kami langsung berangkat menuju Puncak. Hari itu mendung sekali. Tapi sebalnya, hujan tak kunjung turun. Jadi, sepanjang perjalanan Puncak, aku hanya terdiam karena melihat pemandangan ditutup oleh awan tebal dan gelap. Padahal, biasanya aku sangat riang karena melihat indahnya pegunungan dibalik awan yang cerah. Kali ini tidak! Bahkan, aku tak ikut bersenda gurau bersama kedua kakaku, Rio dan Natasya. Terdengar mereka begitu asyik bercanda, mentertawakan kejadian lucu yang pernah mereka alami. Namun, aku terdiam saja. Tak lama dari itu, tiba-tiba kepalaku oleng dan terjatuh. Aku akhirnya tidur. Tidak seperti biasanya karena biasanya setiap perjalanan ke Puncak aku tidak pernah tidur. Aku mulai berimajinasi dalam mimpiku yang terasa nyata. Aku serasa benar-benar ada di mobil saat perjalanan ke Puncak. Di situ, semua keluargaku terdiam sunyi. Setelah itu, tiba-tiba bagasi mobil terbuka. Wah! Semua belanjaan dan koper jatuh. Namun, hanya sebungkus permen tingting yang selamat dari bagasi itu. Aku berteriak "Dasar Tingting!" Lalu, semua keluargaku melihat ke belakang apa yang terjadi. Oh tidak, papah tidak melihat di depannya itu ada mobil truk. Aaaaaa!!!!! Aku akhirnya terbangun sambil berteriak. Semua keluargaku melihatku. Lalu, mamah bertanya "Kenapa dek?". Aku hanya menjawab "Mimpi buruk, mah!". Oh, ternyata kami sudah sampai di Kompleks Permata, rumah Nenek Farida. Kami mencari terus rumah berwarna merah jambu bernomor 26. Dan akhirnya aku sampai. Tak disangka, perjalanan ke Puncak begitu singkat sekali. Aku langsung turun dari mobil Avanza-ku, dan masuk ke rumah Nenek. Aku memencet tombol bel, dan ternyata Nenek Farida sendiri yang membuka pintu rumahnya. "Nenek!!!" dengan senang aku memeluk Nenek Farida. "Cucuku.", nenek menyahutku. Setelah semua koper dan jajanan diangkut ke rumah Nenek Farida, lantas kami duduk di ruang keluarga Nenek Farida yang sederhana. Papah memulai pembicaraan. "Mih, teu aya nanaon di dieu? Kumaha si aki, tos damang teu? (Mamih, gak ada apa-apa kan' di sini? Gimana bapak, udah sehat belum?). Nenek menjawab, "Alhamdulillah. Aki tos damang ti kamari. Ayeuna si aki keur ningalian heula motorkros di alun-alun. Antosan we, nya! (Alhamdulillah. Bapak udah sembuh dari kemaren. Sekarang bapak lagi ngeliat pertunjukkan motorcross di alun-alun/lapangan. Tunggu aja!)". Papah dan mamah terlihat ceria. Namun, kedua kakakku malah sibuk masing-masing. Kak Natasya terlihat sedang memasukkan baju-bajunya ke lemari kamar tamu. Sedangkan Kak Rio, langsung ke WC untuk BAB. "Wylma, gimana sekolahnya? Masih jadi juara 1", nenek bertanya kepadaku. Dengan senyum aku menjawab "Alhamdulillah, Nek, baik-baik aja. Seminggu yang lalu baru dibagi rapor UTS. Wylma seneng lho, Nek! Soalnya Wylma bisa jadi juara 1 lagi, terus nilainya beda jauh sama ranking 2, Iqbal. Wylma rata2 nilanya 94, si Iqbal 87. Jauh kan, Nek?". "Wah, hebat!" kata nenek. "Siapa dulu dong, cucu Nenek Farida!", sahutku. Papah, Mamah, dan Nenek tertawa. Beberapa saat kemudian, dari arah pintu terlihat seorang pria berbadan besar memasuki rumah. Aku langsung tahu siapa dia. "Kakek!!!!". Kakek terlihat senang saat aku memeluknya. "Euleuh eulueh, Wylma!", ucap kakek. Aku sangat senang sekali. Karena, beberapa hari yang lalu asma kakek kambuh lagi dan kata nenek cukup parah. Untung saja kakek segera dilarikan ke Puskesmas.
Setelah berbincang-bincang cukup lama, Kakek dan Nenek mengajak keluargaku untuk mengunjungi Taman Ria Desa. "Hayu ah!" kataku dalam hati. Kami sekeluarga pergi ke Taman Ria Desa. Wah, disana rame sekali, lho! Ingat ya, Taman Ria Desa adanya di kota lho, bukan di desa. Di sana, ada wahana-wahana klasik abis, kayak bianglala non-listrik, ayun putar, hahayaman, gujes-gujes ah (ini wahana paling seru lho!), dan tong motor. Selain wahana-wahana permainan, di sana juga ada bazaar-bazaar yang gak kalah heboh. Kulihat Kak Rio menikmati sekali wahana. Dia hingga 5x naik gujes-gujes ah. Sedangkan Kak Natasya terlihat sedang mencari pernak-pernik dan baju-baju di area bazaar. Papah dan Mamah juga tak kalah heboh melihat atraksi tong motor. Namun, aku memilih berjalan-jalan saja dengan kakek dan nenek. Kapan lagi aku bisa bergandengan tangan, menikmati sejuknya udara Puncak bersama kedua kakek-nenek tercintaku? Setelah berjalan-jalan, kami menikmati Bakso Gila Pak Engkus. Baksonya gila! Enak! Di meja tempat kami makan, aku dan nenek mengobrol. Beberapa menit kemudian, aku kaget sekali! Tiba-tiba kakek sesak. "Astagfirullah, asma aki kambuh deui. Tulung!", nenek terlihat ketakutan. Apa? Tidak!!! Kakek bisa mati bila tidak ditolong. Apalagi, tempat makan kami cukup jauh dari keramaian. "Wylma, burukeun geura telepon bapa!". Aku langsung mengerti harus apa. Aku harus menelepon papah. Oh tidak! Aku lupa membawa HP Nokia N70-ku. Bagaimana ini? Aku ketakutan sekali. Nenek terlihat menangis. Aku juga sedih. Bila kakek tidak ditolong, dia bisa mati. "Nenek!", teriakku saat nenek pingsan. Aku langsung menjerit. Sepertinya tak ada yang mendengar. Lalu, aku buka tas gandeng kecilku. Aku mengobrak-abrik, siapa tahu aku membawa obat. Setelah kukeluarkan semua benda-itu, aku melihat sebuah permen tingting. Dalam hatiku marah, tapi hatiku langsung berbicara. "Permen Tingting mungkin bisa meredakan asma kakek!" Lalu, aku membuka kemasan permen tingting. Dan aku bilang pada kakek. "Kunyah, Kek! Atau telan saja!" Kakek menelan permen tingting itu. Lalu kuberi kakek minum air putih. Syukur Alhamdulillah, kakek selamat. Aku sangat terharu sekali! Sesaat setelah itu, kakek langsung mencoba menyadarkan nenek. "Geura hudang! (Cepat! Bangun!)". Alhamdulillah, nenek langsung terbangun. Nenek langsung memeluk kakek. Setelah itu, nenek berterima kasih kepadaku. "Makasih Wylma. Nenek gak tahu kalau gak ada kamu!". Aku menjawabnya dengan senyum, "Nenek bukan harus berterima kasih kepadaku, melainkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang masih memberikan umur kepada kakek. Nenek juga berterimakasihlah kepada permen tingting!". Setelah bertemu dengan papah, mamah, kak Natasya dan kak Rio, aku menceritakan semuanya kepada papah dan mamah. Mamah hampir saja menangis.
Ternyata, dibalik kebencian terhadap sesuatu, sesuatu itu ada manfaatnya. Buktinya, kalau saja tidak ada permen tingting di kantongku, mungkin nyawa kakek tak terselamatkan. Alhamdulillah! Terima Kasih Permen Tingting! I always say thanks to you!
Story by : F i S a ( 7 g )
ramekah kisah ini?
Kamis, 12 Februari 2009
Cermisbung (Cerita Misteri Bersambung)
DENDAM NYI LEMAK (Part 2)
Bukan!!! Aku tak mati!!! Alhamdulillah, Ya Allah! Aku selamat dari ajal-Mu. Nenek-nenek itu tiba-tiba melepaskan cengkeramannya dari tanganku. Dia berbalik arah/berpaling dari wajahku. Aku yang masih takut hanya terdiam. Di otakku yang sangat dalam aku berpikir. "Allah mungkin telah menyelamatkan hidupku!" Tapi, aku tak tahu. Dia sepertinya pergi bukan karena itu.
Dengan ragu-ragu, aku bertanya kepada nenek itu. "Nek, nenek mau kemana? Bukannya mau membunuhku, Nek?". Nenek itu tidak menjawab juga. Aku bertanya hingga 3x, akhirnya nenek itu menjawab. "Nenek tidak mau membunuhmu!". Apa, tidak mau membunuhku! Aku tak yakin. Lalu aku bertanya. "Lalu, kenapa nenek tadi mencengkeram bahuku dengan begitu keras hingga keluar darah dari tubuhku!". Nenek itu menjawab, "Nenek hanya mau latihan!". Latihan??? Latihan apa??? Latihan membunuh???
Lantas, aku bertanya lagi. "Latihan apa?". Nenek itu terdiam dan menjawab. "Nenek mau SUMO!!! Lihat ini kaki nenek!". Nenek itu menunjukkan lutut kakinya. Oh My God!!! Terdapat lemak yang menonjol di lututnya. Lalu, tiba-tiba dia menghilang. Aku ketakutan setengah mati! Inikah Dendam Nyai Lemak?
(THE END)...
Story by : FISA (7g)
Garing ya?
Thnx to Hilmi, buat ne"nya yg mau dijadikan latar cerita. he3x....
Bukan!!! Aku tak mati!!! Alhamdulillah, Ya Allah! Aku selamat dari ajal-Mu. Nenek-nenek itu tiba-tiba melepaskan cengkeramannya dari tanganku. Dia berbalik arah/berpaling dari wajahku. Aku yang masih takut hanya terdiam. Di otakku yang sangat dalam aku berpikir. "Allah mungkin telah menyelamatkan hidupku!" Tapi, aku tak tahu. Dia sepertinya pergi bukan karena itu.
Dengan ragu-ragu, aku bertanya kepada nenek itu. "Nek, nenek mau kemana? Bukannya mau membunuhku, Nek?". Nenek itu tidak menjawab juga. Aku bertanya hingga 3x, akhirnya nenek itu menjawab. "Nenek tidak mau membunuhmu!". Apa, tidak mau membunuhku! Aku tak yakin. Lalu aku bertanya. "Lalu, kenapa nenek tadi mencengkeram bahuku dengan begitu keras hingga keluar darah dari tubuhku!". Nenek itu menjawab, "Nenek hanya mau latihan!". Latihan??? Latihan apa??? Latihan membunuh???
Lantas, aku bertanya lagi. "Latihan apa?". Nenek itu terdiam dan menjawab. "Nenek mau SUMO!!! Lihat ini kaki nenek!". Nenek itu menunjukkan lutut kakinya. Oh My God!!! Terdapat lemak yang menonjol di lututnya. Lalu, tiba-tiba dia menghilang. Aku ketakutan setengah mati! Inikah Dendam Nyai Lemak?
(THE END)...
Story by : FISA (7g)
Garing ya?
Thnx to Hilmi, buat ne"nya yg mau dijadikan latar cerita. he3x....
Sabtu, 31 Januari 2009
Cermisbung (Cerita Misteri Bersambung)
DENDAM NYI LEMAK ( Part 1 )
Hari itu, aku di baru pulang sekolah, saat tiba-tiba handphone-ku yang bermerk Nokia klasikku berdering. "Mama meninggal, Ra!". Suara itu suara yang kukenal. Aku tahu itu suara Teteh Lara. Namun, aku masih menganehkan omongan itu. "Jangan bercanda, Teh!", jawabku. "Aku gak bercanda. Kamu harus pulang segera!". Aku masih tak percaya ini. Mamaku yang masih muda dan energik itu harus dipanggil ke Rahmatullah. Ini sama sekali tidak mungkin.
Di perjalanan menuju rumah, langkahku kupercepat seperti biasanya. Aku masih penasaran benarkah Mamaku yang baru berusia 32 tahun itu meninggal dengan begitu cepat? Tak terasa, aku sampai pada sebuah gank (bacanya gang ya! bukan geng). Ku berjalan hingga ke depan rumah bernomor 27 yang pagarnya warna biru. Di sana, kulihat Papa, Teh Lara dan keluargaku menangis dan begitu kencang. Aku mendekati sebuah jasad. Kuperjelas penglihatanku. Tak mungkin! Mamaku meninggal. Tak kuasa aku menahan air mata, dan mungkin bisa saja air mataku itu berember-ember. Aku tak bisa berhenti menangis. Mamaku yang baik dan hingga hari ini baik-baik saja tiba-tiba tiada. Ini tak mungkin. Tiba-tiba, di bahuku terasa ada yang menepuk. Ternyata itu Papah.
"Sudahlah, Amara. Ikhlaskan saja Mamahmu itu.", kata Papah dengan bijaksana. Namun, aku masih tak kuasa menahan air mata. Lalu, aku tahan air mata, dan bertanya pada Papah. "Kenapa Mamah meninggal, Pah?". Papah tiba-tiba terdiam begitu lama. Aku menunggu jawaban Papah. Dan akhirnya, Papah menjawab. "Mamah meninggal di kamarnya dengan alasan yang tak jelas. Di kamarnya itu, terdapat sesaji yang kita pemanggilan roh untuk kecantikan." Apa??? Tidak mungkin! Mamaku menggunakan dunia magis untuk kecantikannya. Sama sekali tak masuk akal.
Sore, pukul 3. Setelah mamaku disolatkan, kami mengantarkannya ke Taman Pemakaman Keluarga di daerah Dago Pakar. Saat tanah digali, Teh Lara tak kuasa menangis begitu kencang. Aku pun tak kuasa membendung air mata. Namun, harus kurelakan kepergian Mamah ini, meskipun dengan alasan yang tak jelas. Setelah kami mendoakan, sekitar pukul setengah lima sore kami berniat meninggalkan tempat terakhir Mamah itu. Aku berjalan paling belakang, dengan Papah memimpin di depan, Kakek Otjo dan Nenek Mumu di belakangnya, dan Teh Lara tepat di depanku. Namun, tiba-tiba langkahku terhenti. Entah kenapa, aku tak dapat menggerakan kakiku. Aku meminta tolong keluargaku di depan, namun aku tidak bisa bicara. Aku seakan terhenti. Detak jantungku seakan melambat. Denyut nadiku seakan tak terasa lagi. Serasa nyawa sudah hampir dicabut. Dalam keadaan itu, tiba-tiba ada tepukan di bahuku. Aku mencoba menoleh ke belakang dengan berjuang keras.
Saat kutoleh ke belakang, kulihat wanita tua, dengan wajahnya yang putih pucat, dan disilet-silet. Aku ketakutan setengah mati. Mungkinkah dia mati. Tiba-tiba, dia berkata. "Kau selanjutnya!". Aku? Selanjutnya untuk apa? Apakah untuk mati? Tidak... ini tidak mungkin terjadi. Saat itu, cengkeraman tanggannya di bahuku semakin keras. Saat aku berjuang menahan rasa sakit, darah bercucuran. Inikah akhir hidupku?
To be Continued ...
Story by : Fisa
---------------------------------------------------------------------------------------
Ramekah kisah ini? VOTE FOR ME NOW!!!
Hari itu, aku di baru pulang sekolah, saat tiba-tiba handphone-ku yang bermerk Nokia klasikku berdering. "Mama meninggal, Ra!". Suara itu suara yang kukenal. Aku tahu itu suara Teteh Lara. Namun, aku masih menganehkan omongan itu. "Jangan bercanda, Teh!", jawabku. "Aku gak bercanda. Kamu harus pulang segera!". Aku masih tak percaya ini. Mamaku yang masih muda dan energik itu harus dipanggil ke Rahmatullah. Ini sama sekali tidak mungkin.
Di perjalanan menuju rumah, langkahku kupercepat seperti biasanya. Aku masih penasaran benarkah Mamaku yang baru berusia 32 tahun itu meninggal dengan begitu cepat? Tak terasa, aku sampai pada sebuah gank (bacanya gang ya! bukan geng). Ku berjalan hingga ke depan rumah bernomor 27 yang pagarnya warna biru. Di sana, kulihat Papa, Teh Lara dan keluargaku menangis dan begitu kencang. Aku mendekati sebuah jasad. Kuperjelas penglihatanku. Tak mungkin! Mamaku meninggal. Tak kuasa aku menahan air mata, dan mungkin bisa saja air mataku itu berember-ember. Aku tak bisa berhenti menangis. Mamaku yang baik dan hingga hari ini baik-baik saja tiba-tiba tiada. Ini tak mungkin. Tiba-tiba, di bahuku terasa ada yang menepuk. Ternyata itu Papah.
"Sudahlah, Amara. Ikhlaskan saja Mamahmu itu.", kata Papah dengan bijaksana. Namun, aku masih tak kuasa menahan air mata. Lalu, aku tahan air mata, dan bertanya pada Papah. "Kenapa Mamah meninggal, Pah?". Papah tiba-tiba terdiam begitu lama. Aku menunggu jawaban Papah. Dan akhirnya, Papah menjawab. "Mamah meninggal di kamarnya dengan alasan yang tak jelas. Di kamarnya itu, terdapat sesaji yang kita pemanggilan roh untuk kecantikan." Apa??? Tidak mungkin! Mamaku menggunakan dunia magis untuk kecantikannya. Sama sekali tak masuk akal.
Sore, pukul 3. Setelah mamaku disolatkan, kami mengantarkannya ke Taman Pemakaman Keluarga di daerah Dago Pakar. Saat tanah digali, Teh Lara tak kuasa menangis begitu kencang. Aku pun tak kuasa membendung air mata. Namun, harus kurelakan kepergian Mamah ini, meskipun dengan alasan yang tak jelas. Setelah kami mendoakan, sekitar pukul setengah lima sore kami berniat meninggalkan tempat terakhir Mamah itu. Aku berjalan paling belakang, dengan Papah memimpin di depan, Kakek Otjo dan Nenek Mumu di belakangnya, dan Teh Lara tepat di depanku. Namun, tiba-tiba langkahku terhenti. Entah kenapa, aku tak dapat menggerakan kakiku. Aku meminta tolong keluargaku di depan, namun aku tidak bisa bicara. Aku seakan terhenti. Detak jantungku seakan melambat. Denyut nadiku seakan tak terasa lagi. Serasa nyawa sudah hampir dicabut. Dalam keadaan itu, tiba-tiba ada tepukan di bahuku. Aku mencoba menoleh ke belakang dengan berjuang keras.
Saat kutoleh ke belakang, kulihat wanita tua, dengan wajahnya yang putih pucat, dan disilet-silet. Aku ketakutan setengah mati. Mungkinkah dia mati. Tiba-tiba, dia berkata. "Kau selanjutnya!". Aku? Selanjutnya untuk apa? Apakah untuk mati? Tidak... ini tidak mungkin terjadi. Saat itu, cengkeraman tanggannya di bahuku semakin keras. Saat aku berjuang menahan rasa sakit, darah bercucuran. Inikah akhir hidupku?
To be Continued ...
Story by : Fisa
---------------------------------------------------------------------------------------
Ramekah kisah ini? VOTE FOR ME NOW!!!
Musuh-musuh bebuyutan Restu Nenek (jilid 1)
VS. LASKAR PELANGI
Udah pada nonton belum... film LASKAR PELANGI? Inilah dia, film box-office yang mencuat ke pasaran pada waktu Lebaran ini. Kisahnya sih sederhana, sepuluh anak plus anak kaya bernama Flo yang membentuk suatu laskar bernama Laskar Pelangi, dan mereka bersama-sama hidup dengan penuh perjuangan, tawa, haru dan emosi, dimulai dari sekolah di SD Muhamadiyah Gantong yang sebenarnya kambing ayam, hingga si jenius LINTANG harus pergi. Kenapa? Tonton di bioskop kesayangan anda...
Tapi, ada tapinya. Yang jadi masalah adalah... apakah nama RESTU NENEK akan terinjak-injak setelah adanya LASKAR PELANGI? Tidak dong... Ini dia, pertandingan yang amat seru... LASKAR PELANGI VS. RESTU NENEK... Who will be the winner? Simak aja...
PALING MENCUAT PERBEDAANYA
Restu Nenek itu adalah kelompok kota yang serba kecukupan, sedangkan Laskar Pelangi kelompok desa yang serba kekurangan
JUMLAH ANGGOTA
Restu Nenek dikawal oleh 15 orang, dan itu laki-laki semua. Sedangkan Laskar Pelangi berjumlah 10 orang, dan ada dua perempuannya.
KISAH HIDUPNYA
Restu Nenek gak punya kisah apa-apa yang bener-bener kontroversial. Awalnya, 15 orang itu adalah siswa baru, kemudian mereka dekat, dekat dan akhirnya bikin kelompok. Kalau Laskar Pelangi, penuh kisah di balik jadinya kelompok ini. Kalau mau tahu lebih lanjut, tonton filmnya atau baca bukunya.
RESULT
Tinggal pilih aja, kira-kira mana yang lebih seru dan lebih rame. Mau yang anak kota, atau anak desa? Tinggal pertimbangan kamu aja...
-------------------------------------------------------------------------------------------------
VS. DOA IBU
DOA IBU... inilah musuh bebuyutan bebuyut bebuyut buyutan dari Restu Nenek. DOA IBU (Baca : DI) inilah yang suka meremehkan ketangguhan Restu Nenek. Sama-sama terbangun dari 7g malah membuat kelompok ini terus bersaing. Apalagi, setelah terbitnya buku DAHSYATNYA DOA IBU (yang meraih best seller). Meskipun mereka bilang mereka udah bubar, tapi Restu Nenek masih yakin DOA IBU belum bubar dan mereka punya rencana jahat pada Restu Nenek. Ini dia persaingan sengit!
SANG KETUA
Mungkinkah Hilmi akan kalah dari Sang Preman Ciroyom DIANDRA AULLIA yang mengetuai Doa Ibu? Dari segi fisik, Al (sapaan akrab Diandra) memiliki tubuh tinggi besar yang sangat guede. Dari segi otak pun, Al lebih baik dari Hilmi. Berarti, oke deh... DOA IBU bisa menang di babak 1. *catatan : awas ya, kita bales!
KEKOMPAKAN
Waduh... Restu Nenek keok petok lagi nih. DOA IBU merupakan tim yang kompak, setiap istirahat selalu mejeng bareng. Terus, kalau jalan-jalan, DI selalu berbarengan. Pokoknya kompak abis! Contohnya, waktu itu ke Riau Junction. Hampir semua anggota DI ikut ke RJ (Riau Junction), coba Restu Nenek? Cuma Hilmi,Fisa,Riandaya dan Dhiya. Oke, kita kalah 0-2 di babak ke-2 ini. *catatan lagi ah : kita bakal bales...les...les!
PROMOSI
Horeee!!! Akhirnya RN menang di sini. Masalah promosi, Restu Nenek juaranya! Ketika mulai pembentukan hanya 2 orang, sekarang sudah 11 orang coy! Hebat kan! Coba bayangin DOA IBU, dari dulu anggotanya segitu-gitu aja. Terus, Restu Nenek udah punya blog lagi (siapa dulu yang buat. FISA!). MAKAN TEMPE. PAKE LODEH. CAPE. DEH. Akhirnya, skor 1-2 di babak ke-3 ini.
SEJARAH HIDUP
Restu Nenek punya sejarah yang hebat. Dimulai dari 2 orang Hilmi/Aldi mulai promosiin di kelas 7g dengan cara menandatangani sebuah buku biografi RN (baca ya!!!). Bahkan, HiAl (Hilmi:Aldi) berusaha keras agar kelompoknya direstui oleh Nenek Kudus. Dan akhirnya berhasil! Setelah itu, anggota terus bertambah. *wah...mengharukan bukan*. Coba bayangin DOA IBU. Biasa aja tuh... Puti, Marsha, Shabrina, Diandra, Nisywa, Uni, Wena dan Dila membentuk kelompok dengan nama yang agak fotokopi dari RN... Wuuu... kagak kreatif.... Satu lagi skornya 2-2 di babak keempat ini...
RESULT
Yaaaahhh... Restu Nenek harus bermain imbang dengan Doa Ibu 2-2. Emang sih, dari segi kekompakan kita sedikit kendor dibanding Doa Ibu. Makanya, anak Restu Nenek harus pada kompak ya! Nanti kalau ada rencana mau ke BSM, atau ke BIP, atau ke CiWalk semua pada ikut ya!!!
------------------------------------------------------------------------------------------------
VS. RIP (nama baru : BEEZLE BUZZ)
Dara and The Gank akhirnya bikin kelompok juga. Namanya R.I.P, resminya 19 Sept.2008 (mungkin?). Anggotanya cuma 6 orang, yaitu Dara, Gita, Firda, Ghiva, Aini dan Mutee. Namun, R.I.P malah menjadi gank nomor satu, seakan harga diri Restu Nenek langsung merosot. Gimana ya? Mungkinkah Restu Nenek harus mengalah dari RIP. Jawabannya adalah ... (dengan gaya Fitri Tropika di Missing Lyrics). *catatan : RIP kali ini sudah berganti nama menjadi BEEZLE BUZZ, yang tak lain dan tak bukan adalah penggabungan RIP dengan Mayef. Namun, di blog ini kami masih akan memanggilnya RIP*
SANG KETUA
Susah buat nyaingin Hilmi ama Dara. Dua-duanya sama sama tukang promosi. Mereka berdua juga udah sering debat, dan hasilnya nihil abis! Kalau dari segi thinking, kayaknya Hilmi lebih banyak berpikir untuk Restu Nenek. Tapi kalau dari segi begaol dan ouwbe, Dara juaranya (dibantu Gita). Ya berarti, di babak pertama RN vs. RIP seri... 0-0!!!
KEKOMPAKAN
Bayangin aja, Restu Nenek lawan kelompok biasa" aja yaitu Doa Ibu kalah. Gimana lawan RIP yang udah kosmopolitan di SMP5? Wah... kalau disaingin kalah telak deh... Ya udah, relain aja babak kedua buat RIP... skor 0-1.
PROMOSI
Tuweweng... kali ini juga bersaing sengit. Restu Nenek juaranya promosi, tapi RIP gak kalah promosi, bahkan sampai bisa berhasil menggaet MAYEF. Gimana nih... Susah banget ya ngelawan RIP... Berarti, babak ke-3 kembali seri... skor 0-1 masih tetap!!! *cepat restu nenek, kamu harus berjuang!*
SEJARAH HIDUP
Kayaknya, sejarah hidup RIP lebih simple tapi menggila. Hidupnya RIP adalah dari UKBAS, saat Dara and The Gank yang dikenal The Komplotanzz berusaha dengan tak terlihat untuk OuwBe. Dari sanalah, dengan minus Puti, Dara and The Gank mulai berjuang dan akhirnya resmi juga RIP, bahkan sampai jadi BEEZLE BUZZ. Duh... Restu Nenek harus mengakui kalah lagi di babak keempat... Skornya 0-2!!!
RESULT
Wah, kayaknya Restu Nenek babak belur lawan RIP. Hasil nihil 0-2 lawan RIP membuat harga diri Restu Nenek seakan terinjak-injak (sangat mengharukan ya! hiks...). Namun, ini cukup wajar juga, karena RIP namanya sudah terkenal hingga ke kakak kelas. Bayangkan Restu Nenek, yang tahu hanya sebagian dari kelas 7f, 7h dan semua warga 7g. Ckckckck... Gak apa-apalah. *amanat : kita harus terkenal, oke...
Udah ya temen-temen... sekian dulu Musuh-Musuh Bebuyutan Restu Nenek. Kita bakal ngelanjutin kok ke Jilid 2-nya... So, tungguin aja ya! Cek terus blog Restu Nenek ini setiap hari! Okok...
Udah pada nonton belum... film LASKAR PELANGI? Inilah dia, film box-office yang mencuat ke pasaran pada waktu Lebaran ini. Kisahnya sih sederhana, sepuluh anak plus anak kaya bernama Flo yang membentuk suatu laskar bernama Laskar Pelangi, dan mereka bersama-sama hidup dengan penuh perjuangan, tawa, haru dan emosi, dimulai dari sekolah di SD Muhamadiyah Gantong yang sebenarnya kambing ayam, hingga si jenius LINTANG harus pergi. Kenapa? Tonton di bioskop kesayangan anda...
Tapi, ada tapinya. Yang jadi masalah adalah... apakah nama RESTU NENEK akan terinjak-injak setelah adanya LASKAR PELANGI? Tidak dong... Ini dia, pertandingan yang amat seru... LASKAR PELANGI VS. RESTU NENEK... Who will be the winner? Simak aja...
PALING MENCUAT PERBEDAANYA
Restu Nenek itu adalah kelompok kota yang serba kecukupan, sedangkan Laskar Pelangi kelompok desa yang serba kekurangan
JUMLAH ANGGOTA
Restu Nenek dikawal oleh 15 orang, dan itu laki-laki semua. Sedangkan Laskar Pelangi berjumlah 10 orang, dan ada dua perempuannya.
KISAH HIDUPNYA
Restu Nenek gak punya kisah apa-apa yang bener-bener kontroversial. Awalnya, 15 orang itu adalah siswa baru, kemudian mereka dekat, dekat dan akhirnya bikin kelompok. Kalau Laskar Pelangi, penuh kisah di balik jadinya kelompok ini. Kalau mau tahu lebih lanjut, tonton filmnya atau baca bukunya.
RESULT
Tinggal pilih aja, kira-kira mana yang lebih seru dan lebih rame. Mau yang anak kota, atau anak desa? Tinggal pertimbangan kamu aja...
-------------------------------------------------------------------------------------------------
VS. DOA IBU
DOA IBU... inilah musuh bebuyutan bebuyut bebuyut buyutan dari Restu Nenek. DOA IBU (Baca : DI) inilah yang suka meremehkan ketangguhan Restu Nenek. Sama-sama terbangun dari 7g malah membuat kelompok ini terus bersaing. Apalagi, setelah terbitnya buku DAHSYATNYA DOA IBU (yang meraih best seller). Meskipun mereka bilang mereka udah bubar, tapi Restu Nenek masih yakin DOA IBU belum bubar dan mereka punya rencana jahat pada Restu Nenek. Ini dia persaingan sengit!
SANG KETUA
Mungkinkah Hilmi akan kalah dari Sang Preman Ciroyom DIANDRA AULLIA yang mengetuai Doa Ibu? Dari segi fisik, Al (sapaan akrab Diandra) memiliki tubuh tinggi besar yang sangat guede. Dari segi otak pun, Al lebih baik dari Hilmi. Berarti, oke deh... DOA IBU bisa menang di babak 1. *catatan : awas ya, kita bales!
KEKOMPAKAN
Waduh... Restu Nenek keok petok lagi nih. DOA IBU merupakan tim yang kompak, setiap istirahat selalu mejeng bareng. Terus, kalau jalan-jalan, DI selalu berbarengan. Pokoknya kompak abis! Contohnya, waktu itu ke Riau Junction. Hampir semua anggota DI ikut ke RJ (Riau Junction), coba Restu Nenek? Cuma Hilmi,Fisa,Riandaya dan Dhiya. Oke, kita kalah 0-2 di babak ke-2 ini. *catatan lagi ah : kita bakal bales...les...les!
PROMOSI
Horeee!!! Akhirnya RN menang di sini. Masalah promosi, Restu Nenek juaranya! Ketika mulai pembentukan hanya 2 orang, sekarang sudah 11 orang coy! Hebat kan! Coba bayangin DOA IBU, dari dulu anggotanya segitu-gitu aja. Terus, Restu Nenek udah punya blog lagi (siapa dulu yang buat. FISA!). MAKAN TEMPE. PAKE LODEH. CAPE. DEH. Akhirnya, skor 1-2 di babak ke-3 ini.
SEJARAH HIDUP
Restu Nenek punya sejarah yang hebat. Dimulai dari 2 orang Hilmi/Aldi mulai promosiin di kelas 7g dengan cara menandatangani sebuah buku biografi RN (baca ya!!!). Bahkan, HiAl (Hilmi:Aldi) berusaha keras agar kelompoknya direstui oleh Nenek Kudus. Dan akhirnya berhasil! Setelah itu, anggota terus bertambah. *wah...mengharukan bukan*. Coba bayangin DOA IBU. Biasa aja tuh... Puti, Marsha, Shabrina, Diandra, Nisywa, Uni, Wena dan Dila membentuk kelompok dengan nama yang agak fotokopi dari RN... Wuuu... kagak kreatif.... Satu lagi skornya 2-2 di babak keempat ini...
RESULT
Yaaaahhh... Restu Nenek harus bermain imbang dengan Doa Ibu 2-2. Emang sih, dari segi kekompakan kita sedikit kendor dibanding Doa Ibu. Makanya, anak Restu Nenek harus pada kompak ya! Nanti kalau ada rencana mau ke BSM, atau ke BIP, atau ke CiWalk semua pada ikut ya!!!
------------------------------------------------------------------------------------------------
VS. RIP (nama baru : BEEZLE BUZZ)
Dara and The Gank akhirnya bikin kelompok juga. Namanya R.I.P, resminya 19 Sept.2008 (mungkin?). Anggotanya cuma 6 orang, yaitu Dara, Gita, Firda, Ghiva, Aini dan Mutee. Namun, R.I.P malah menjadi gank nomor satu, seakan harga diri Restu Nenek langsung merosot. Gimana ya? Mungkinkah Restu Nenek harus mengalah dari RIP. Jawabannya adalah ... (dengan gaya Fitri Tropika di Missing Lyrics). *catatan : RIP kali ini sudah berganti nama menjadi BEEZLE BUZZ, yang tak lain dan tak bukan adalah penggabungan RIP dengan Mayef. Namun, di blog ini kami masih akan memanggilnya RIP*
SANG KETUA
Susah buat nyaingin Hilmi ama Dara. Dua-duanya sama sama tukang promosi. Mereka berdua juga udah sering debat, dan hasilnya nihil abis! Kalau dari segi thinking, kayaknya Hilmi lebih banyak berpikir untuk Restu Nenek. Tapi kalau dari segi begaol dan ouwbe, Dara juaranya (dibantu Gita). Ya berarti, di babak pertama RN vs. RIP seri... 0-0!!!
KEKOMPAKAN
Bayangin aja, Restu Nenek lawan kelompok biasa" aja yaitu Doa Ibu kalah. Gimana lawan RIP yang udah kosmopolitan di SMP5? Wah... kalau disaingin kalah telak deh... Ya udah, relain aja babak kedua buat RIP... skor 0-1.
PROMOSI
Tuweweng... kali ini juga bersaing sengit. Restu Nenek juaranya promosi, tapi RIP gak kalah promosi, bahkan sampai bisa berhasil menggaet MAYEF. Gimana nih... Susah banget ya ngelawan RIP... Berarti, babak ke-3 kembali seri... skor 0-1 masih tetap!!! *cepat restu nenek, kamu harus berjuang!*
SEJARAH HIDUP
Kayaknya, sejarah hidup RIP lebih simple tapi menggila. Hidupnya RIP adalah dari UKBAS, saat Dara and The Gank yang dikenal The Komplotanzz berusaha dengan tak terlihat untuk OuwBe. Dari sanalah, dengan minus Puti, Dara and The Gank mulai berjuang dan akhirnya resmi juga RIP, bahkan sampai jadi BEEZLE BUZZ. Duh... Restu Nenek harus mengakui kalah lagi di babak keempat... Skornya 0-2!!!
RESULT
Wah, kayaknya Restu Nenek babak belur lawan RIP. Hasil nihil 0-2 lawan RIP membuat harga diri Restu Nenek seakan terinjak-injak (sangat mengharukan ya! hiks...). Namun, ini cukup wajar juga, karena RIP namanya sudah terkenal hingga ke kakak kelas. Bayangkan Restu Nenek, yang tahu hanya sebagian dari kelas 7f, 7h dan semua warga 7g. Ckckckck... Gak apa-apalah. *amanat : kita harus terkenal, oke...
Udah ya temen-temen... sekian dulu Musuh-Musuh Bebuyutan Restu Nenek. Kita bakal ngelanjutin kok ke Jilid 2-nya... So, tungguin aja ya! Cek terus blog Restu Nenek ini setiap hari! Okok...
Profil Lengkap Restu Nenek
Ini dia yang sudah join grup Restu Nenek :
Anggota Dalam :
1. MUHAMAD HILMI FAJAR AKBAR
(Baca : Hilmi). Dialah yang menciptakan Restu Nenek dari lorong bawah tanah yang bau apek hingga menjadi terkenal. Putra dari pasangan Bp.Ahmad Mustopa dan Ny.Euis Sumarni ini bilang "Saya ingin menciptakan dunia baru dengan Restu Nenek!". Dia jugalah yang mengetuai Restu Nenek hingga saat ini dan belum bisa ada yang menggantikannya. Dia juga merupakan "manusia terkuat" karena bisa mengangkat PLANET MARS di pipinya. Dialah Hilmi, si Ninit cucu dari Nenek Siti Soleha!
2. ALDINOFRIZAL (mengundurkan diri)
(Baca : Aldi). Bersama Hilmi, dia menciptakan Restu Nenek dan mempromosikannya dari bawah hingga sekarang. Putra dari pasangan Bp.Noviar Muis dan Ny.Kunlesiowati ini dulu adalah orang yang sangat mengagumi Restu Nenek ini. Hingga setelah dia menjadi gamerz sejati, dia menjadi acuh tak acuh, sombong dan membenci Restu Nenek. Akhirnya, pada tanggal 20 Desember 2008, dia resmi mengundurkan diri. Hingga saat ini, dia masih cukup dibenci di Restu Nenek. Dasar, RAKIDI!!!
3. RADEN MOCHAMAD ALFYSA DWIKATAMA
(Baca : Fisa ). Dia bukan pencipta Restu Nenek, bukan ketua Restu Nenek, dan bukan siapa-siapa di Restu Nenek. Namun, dari 11 anggota RN, hanya dialah yang paling aktif mengurus kelompok ini. Putra dari pasangan Bp.Herry Rahmat dan Ny.Dewi Susilawati ini merupakan anak yang rajin sekali. Dia pernah berkata "Langkahi mayat saya dulu sebelum menghancurkan Restu Nenek!". Dia jugalah yang menciptakan blog ini (hihihi promosi ah!) dan group Restu Nenek di Friendster. Dialah Fisa, si hitam cucu dari Nenek Titing Saomi!
4. RIANDAYA IBRAHIM
(Baca : Rian / Daya). Dari sekian banyak anggota Restu Nenek, mungkin dialah yang paling tersiksa. Putra dari pasangan Bp.Iwan Ibrahim dan Ny.Masri Tilameo ini merupakan anak hitam berbadan besar yang sering dicaci maki (rasain lu!!!). Caci Maki yang paling dikenal adalah "Saya ingin *****(sensor! Ingat, bukan kata kasar dan bukan kata bokep!) selalu!" . Ciri khas dari dia adalah pantun EDI SUD. RAHMAT KARTOLO. MAKSUD. LO? dan kalau dia marah suka ditanyain "Riandaya marah sama Hilmi, sama Danu, sama Fisa???". Dialah Riandaya, si bulet Gorontalo cucu dari Nenek Since Tilameo!!!
5. DHIYA AULIA SUHERMAN
(Baca : Dhiya). Dia merupakan kembaran tak serupa dari Riandaya. Namun, siksaan dan caci maki yang ia terima tak begitu banyak, bahkan hampir mencapai titik nol (kayak fisika aja! hehehe). Putra dari pasangan Bp.Adang Suherman dan Ny.Lilis ini adalah salah satu anggota pertama Restu Nenek. Ciri-ciri yang sangat identik dengan Dhiya adalah teriakannya yang menyayat hati!!!!. Dia (bukan Dhiya maksudnya) adalah orang yang asyik, karena kalau diajak kemana-mana hayu aja, kalau enggak dijemput atau enggak latihan squash. Dialah Dhiya, si Temon cucu dari Nenek Fatimah!!!
6. SATRIO DANU PRABOWO
(Baca : Danu). Menurut para anggota Restu Nenek, dialah anak yang paling keren di RN. Dengan tubuhnya yang cukup semampai, dia begitu banyak menarik perhatian cewek, seperti Futi Valeniasti, Valeniasti Futi, Firda Anisa dan Anisa Firda. Putra dari Bp.Wagiman Danu Utomo dan Ny.(lupa lagi. siapa ya?) ini adalah Bapak Calon Presiden dari Partai Gerindra (hehehe,.,.,). Sepanjang tahun 2008, Danu selalu duduk dengan Dhiya di sekolah. Namun, baru-baru ini dia duduk dengan orang lain. Inilah Danu, si FutiFutiMelatiPacarDanu cucu dari Nenek Solihin!!!
7. RIANSYA PAMUSTI
(Baca : Rian / Riansya). Dia adalah orang paling rajin, paling pinter (bukan!!! yang paling pinter adalah FISA!), dan paling baik diantara anak-anak Restu Nenek yang berfigur konyol! Putra dari pasangan Bp.Syarif Pamungkas dan Ny.Reni ini mengagumi seseorang bernama *****(disensor ya! rahasia!). Dia adalah orang yang suka dicontekin PR Matematika-nya. Dia pula yang suka dicontekin ulangannya sama Riandaya. Dia juga yang membuka LES FISIKA di rumahnya! Namun, baru-baru ini dia menjadi sudah nakal!!!. Inilah Riansya, si kalem cucu dari Nenek Sutianah!!!
8. FARHAN WALID SYAUQI
(Baca : Farhan). Dia juga adalah anak yang sering dicaci maki di Restu Nenek, namun levelnya masih kalah dari Riandaya. Ejekannya begitu dalam sedalam sumur berjarak 300 km digali lagi sedalam 700 km. Ejekannya yang sangat terkenal baru-baru ini adalah Ku Memang Punya Kelip! atau Bintang Berkelip-Kelip atau Kelipping. Namun dibalik itu, putra Bp.Kelip (inilah sumber ejekan!) dan Ny.Lupa Lagi ini mengagumi cewek yang namanya Firda Anisa. Sahabat Sejati Aldi ini hampir saja keluar dari RN bareng Aldi, kalau saja si FISASUPERMAN tidak mengingatkannya untuk tidak menjadi gamerz sejati. Inilah Farhan, si ikal tedo cucu dari Nenek Senap!!!
Anggota Luar :
9. FIKRI MUAFA
(Baca : Fikri). Dia adalah anak baru Restu Nenek. Dia baru masuk Restu Nenek bulan Januari ini, sebelum dia berpikir selama beratus-ratus tahun untuk masuk Restu Nenek. Fikri dianggap anggota luar karena selain dia baru, dia juga adalah satu dari empat anggota RN yang non-7g. Dia adalah teman paling ditemani di Friendster dan Yahoo Messenger. Putra dari *maaf saya tidak tahu karena dia belum memberi tahu* ini adalah orang dengan badan tertinggi di Restu Nenek. Inilah Fikri, si fikrijagoan cucu dari Nenek*maaf saya juga tak tahu dengan alasan yang sama*!!!
10. FIRHAN RAMADHAN
(Baca : Firhan). Dia adalah anak yang para kaum hawa bilang dia imut (puihhh!!! hehehe). Dia merupakan anggota lama. Dia menjadi satu-satunya anak yang sudah berpacaran (dengan KIKI.). Salah satu dari empat anggota RN yang non-7g ini juga termasuk orang paling diimut-imut di Yahoo Messenger. Buktinya adalah pesan offline ini : "Hei tmen"... add tmen aq yg baik,lucu,imut dan pinter firhan. Id-nya *lupa lagi*. Add y tmen". Okey!". Inilah Firhan, si pacarkikiudahtigaminggu(katanyaputus) cucu dari Nenek Otjo (baca:Oco)!!!
11. MUHAMAD DARY FARAS AKBAR
(Baca : Dary / atau boleh lah bilang alien). Selain Riandaya, menurut pengakuan Fikri, diluar 7g dialah orang yang paling disiksa, dicacimaki, ditertawai dan diapa-aja-lah. Dengan postur badannya yang kecil, kurus dan wajahnya yang oh my god!!! dia menjadi orang no.1 dalam hal ejekan. Meskipun kenyataanya dia adalah anak yang pintar. Menurut pengakuan Fikri juga, dia sangat sering diejek A L I E N : Dary Return's ( kata-kata Dary Return's nya diciptain Fisa, hihihi!). Inilah Dary, si alien cucu dari *sama..belum ngasih tau nama neneknya ke saya!*
12. REVA ALIF PERKASA
(Baca : Reva). Dia adalah orang yang pada awal-awal pembentukan Restu Nenek sangat aktif. Namun, meskipun tidak keluar dari RN, dia kini agaknya sudah agak menjauhi Restu Nenek. Dia adalah orang yang dikagumi sama teman saya bernama M*t*a (maaf disensor). Menurut pengakuan anak-anak, dia adalah KM yang galak namun bijak suka bayar pajak dan suka ngebajak (serba jak!). Inilah Reva, si KM7ha cucu dari Nenek Amalia.
Anggota Dalam :
1. MUHAMAD HILMI FAJAR AKBAR
(Baca : Hilmi). Dialah yang menciptakan Restu Nenek dari lorong bawah tanah yang bau apek hingga menjadi terkenal. Putra dari pasangan Bp.Ahmad Mustopa dan Ny.Euis Sumarni ini bilang "Saya ingin menciptakan dunia baru dengan Restu Nenek!". Dia jugalah yang mengetuai Restu Nenek hingga saat ini dan belum bisa ada yang menggantikannya. Dia juga merupakan "manusia terkuat" karena bisa mengangkat PLANET MARS di pipinya. Dialah Hilmi, si Ninit cucu dari Nenek Siti Soleha!
2. ALDINOFRIZAL (mengundurkan diri)
(Baca : Aldi). Bersama Hilmi, dia menciptakan Restu Nenek dan mempromosikannya dari bawah hingga sekarang. Putra dari pasangan Bp.Noviar Muis dan Ny.Kunlesiowati ini dulu adalah orang yang sangat mengagumi Restu Nenek ini. Hingga setelah dia menjadi gamerz sejati, dia menjadi acuh tak acuh, sombong dan membenci Restu Nenek. Akhirnya, pada tanggal 20 Desember 2008, dia resmi mengundurkan diri. Hingga saat ini, dia masih cukup dibenci di Restu Nenek. Dasar, RAKIDI!!!
3. RADEN MOCHAMAD ALFYSA DWIKATAMA
(Baca : Fisa ). Dia bukan pencipta Restu Nenek, bukan ketua Restu Nenek, dan bukan siapa-siapa di Restu Nenek. Namun, dari 11 anggota RN, hanya dialah yang paling aktif mengurus kelompok ini. Putra dari pasangan Bp.Herry Rahmat dan Ny.Dewi Susilawati ini merupakan anak yang rajin sekali. Dia pernah berkata "Langkahi mayat saya dulu sebelum menghancurkan Restu Nenek!". Dia jugalah yang menciptakan blog ini (hihihi promosi ah!) dan group Restu Nenek di Friendster. Dialah Fisa, si hitam cucu dari Nenek Titing Saomi!
4. RIANDAYA IBRAHIM
(Baca : Rian / Daya). Dari sekian banyak anggota Restu Nenek, mungkin dialah yang paling tersiksa. Putra dari pasangan Bp.Iwan Ibrahim dan Ny.Masri Tilameo ini merupakan anak hitam berbadan besar yang sering dicaci maki (rasain lu!!!). Caci Maki yang paling dikenal adalah "Saya ingin *****(sensor! Ingat, bukan kata kasar dan bukan kata bokep!) selalu!" . Ciri khas dari dia adalah pantun EDI SUD. RAHMAT KARTOLO. MAKSUD. LO? dan kalau dia marah suka ditanyain "Riandaya marah sama Hilmi, sama Danu, sama Fisa???". Dialah Riandaya, si bulet Gorontalo cucu dari Nenek Since Tilameo!!!
5. DHIYA AULIA SUHERMAN
(Baca : Dhiya). Dia merupakan kembaran tak serupa dari Riandaya. Namun, siksaan dan caci maki yang ia terima tak begitu banyak, bahkan hampir mencapai titik nol (kayak fisika aja! hehehe). Putra dari pasangan Bp.Adang Suherman dan Ny.Lilis ini adalah salah satu anggota pertama Restu Nenek. Ciri-ciri yang sangat identik dengan Dhiya adalah teriakannya yang menyayat hati!!!!. Dia (bukan Dhiya maksudnya) adalah orang yang asyik, karena kalau diajak kemana-mana hayu aja, kalau enggak dijemput atau enggak latihan squash. Dialah Dhiya, si Temon cucu dari Nenek Fatimah!!!
6. SATRIO DANU PRABOWO
(Baca : Danu). Menurut para anggota Restu Nenek, dialah anak yang paling keren di RN. Dengan tubuhnya yang cukup semampai, dia begitu banyak menarik perhatian cewek, seperti Futi Valeniasti, Valeniasti Futi, Firda Anisa dan Anisa Firda. Putra dari Bp.Wagiman Danu Utomo dan Ny.(lupa lagi. siapa ya?) ini adalah Bapak Calon Presiden dari Partai Gerindra (hehehe,.,.,). Sepanjang tahun 2008, Danu selalu duduk dengan Dhiya di sekolah. Namun, baru-baru ini dia duduk dengan orang lain. Inilah Danu, si FutiFutiMelatiPacarDanu cucu dari Nenek Solihin!!!
7. RIANSYA PAMUSTI
(Baca : Rian / Riansya). Dia adalah orang paling rajin, paling pinter (bukan!!! yang paling pinter adalah FISA!), dan paling baik diantara anak-anak Restu Nenek yang berfigur konyol! Putra dari pasangan Bp.Syarif Pamungkas dan Ny.Reni ini mengagumi seseorang bernama *****(disensor ya! rahasia!). Dia adalah orang yang suka dicontekin PR Matematika-nya. Dia pula yang suka dicontekin ulangannya sama Riandaya. Dia juga yang membuka LES FISIKA di rumahnya! Namun, baru-baru ini dia menjadi sudah nakal!!!. Inilah Riansya, si kalem cucu dari Nenek Sutianah!!!
8. FARHAN WALID SYAUQI
(Baca : Farhan). Dia juga adalah anak yang sering dicaci maki di Restu Nenek, namun levelnya masih kalah dari Riandaya. Ejekannya begitu dalam sedalam sumur berjarak 300 km digali lagi sedalam 700 km. Ejekannya yang sangat terkenal baru-baru ini adalah Ku Memang Punya Kelip! atau Bintang Berkelip-Kelip atau Kelipping. Namun dibalik itu, putra Bp.Kelip (inilah sumber ejekan!) dan Ny.Lupa Lagi ini mengagumi cewek yang namanya Firda Anisa. Sahabat Sejati Aldi ini hampir saja keluar dari RN bareng Aldi, kalau saja si FISASUPERMAN tidak mengingatkannya untuk tidak menjadi gamerz sejati. Inilah Farhan, si ikal tedo cucu dari Nenek Senap!!!
Anggota Luar :
9. FIKRI MUAFA
(Baca : Fikri). Dia adalah anak baru Restu Nenek. Dia baru masuk Restu Nenek bulan Januari ini, sebelum dia berpikir selama beratus-ratus tahun untuk masuk Restu Nenek. Fikri dianggap anggota luar karena selain dia baru, dia juga adalah satu dari empat anggota RN yang non-7g. Dia adalah teman paling ditemani di Friendster dan Yahoo Messenger. Putra dari *maaf saya tidak tahu karena dia belum memberi tahu* ini adalah orang dengan badan tertinggi di Restu Nenek. Inilah Fikri, si fikrijagoan cucu dari Nenek*maaf saya juga tak tahu dengan alasan yang sama*!!!
10. FIRHAN RAMADHAN
(Baca : Firhan). Dia adalah anak yang para kaum hawa bilang dia imut (puihhh!!! hehehe). Dia merupakan anggota lama. Dia menjadi satu-satunya anak yang sudah berpacaran (dengan KIKI.). Salah satu dari empat anggota RN yang non-7g ini juga termasuk orang paling diimut-imut di Yahoo Messenger. Buktinya adalah pesan offline ini : "Hei tmen"... add tmen aq yg baik,lucu,imut dan pinter firhan. Id-nya *lupa lagi*. Add y tmen". Okey!". Inilah Firhan, si pacarkikiudahtigaminggu(katanyaputus) cucu dari Nenek Otjo (baca:Oco)!!!
11. MUHAMAD DARY FARAS AKBAR
(Baca : Dary / atau boleh lah bilang alien). Selain Riandaya, menurut pengakuan Fikri, diluar 7g dialah orang yang paling disiksa, dicacimaki, ditertawai dan diapa-aja-lah. Dengan postur badannya yang kecil, kurus dan wajahnya yang oh my god!!! dia menjadi orang no.1 dalam hal ejekan. Meskipun kenyataanya dia adalah anak yang pintar. Menurut pengakuan Fikri juga, dia sangat sering diejek A L I E N : Dary Return's ( kata-kata Dary Return's nya diciptain Fisa, hihihi!). Inilah Dary, si alien cucu dari *sama..belum ngasih tau nama neneknya ke saya!*
12. REVA ALIF PERKASA
(Baca : Reva). Dia adalah orang yang pada awal-awal pembentukan Restu Nenek sangat aktif. Namun, meskipun tidak keluar dari RN, dia kini agaknya sudah agak menjauhi Restu Nenek. Dia adalah orang yang dikagumi sama teman saya bernama M*t*a (maaf disensor). Menurut pengakuan anak-anak, dia adalah KM yang galak namun bijak suka bayar pajak dan suka ngebajak (serba jak!). Inilah Reva, si KM7ha cucu dari Nenek Amalia.
Wara-Wiri Tentang Restu Nenek
Restu Nenek (baca:Reztu Nuene atau RN) merupakan sebuah kelompok beragama, belajar dan bermain yang asyik dan gaul abis. Kelompok ini berdiri sekitar bulan Juli 2008. Dinamakan Restu Nenek, karena yang merestui kelompok ini adalah Nenek Kudus(ckakakakakk!!!).
Hingga tahun 2009 ini, anggota Restu Nenek terus keluar-masuk dan kali ini berjumlah 11 orang. Restu Nenek ini berdiri di Sekolah Menengah Pertama Negeri 5 Bandung, Jalan Sumatra Nomor 40. Come enjoy our group! Just click reztu-nenek.blogspot.com!!
AGENDA TAHUN 2009 :
Hingga tahun 2009 ini, anggota Restu Nenek terus keluar-masuk dan kali ini berjumlah 11 orang. Restu Nenek ini berdiri di Sekolah Menengah Pertama Negeri 5 Bandung, Jalan Sumatra Nomor 40. Come enjoy our group! Just click reztu-nenek.blogspot.com!!
AGENDA TAHUN 2009 :
- Belajar yang serius ( Januari - Juni 2009 )
- Siap dalam UKBTS dan UKBAS ( Kapan ya??? )
- Mengikuti semua acara yang direncanakan RN ( Di Hari Libur )
- Bikin PIN dan JAKET ( kumpulkan uangnya!!! )
Langganan:
Postingan (Atom)